MEA Jadi Peluang Bagi Perajin Tembaga Tumang

BOYOLALI–Pengrajin tembaga Tumang, Cepogo, menilai dibukanya pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) justru menjadi peluang memperluas pangsa pasar.  Saat ini, permintaan kerajinan logam dan tembaga Tumang masih stabil.

Sejauh ini, permintaan produk kerajinan tembaga dari berbagai negara masih mengalir seperti dari Australia, Jerman, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Eropa lainnya. Permintaan produk yang paling banyak saat ini adalah pintu masjid, kubah masjid, patung, lampu hias, dan wastafel. Volume eskpor rata-rata mencapai tiga kontainer per dua bulan atau 200 unit barang. Para pembeli yang ingin memesan biasanya datang langsung ke lokasi industri di Tumang.

kerajinan logam tembagaProduk kerajinan tembaga Tumang digemari konsumen dari luar negeri karena kualitasnya baik dan memiliki desain yang unik. Mayoritas produk tembaga Tumang dibuat dengan cara tradisional sehingga sulit ditiru.

Menjelang pertengahan tahun, permintaan dari pasar lokal mulai meningkat. Biasanya, permintaan berasal dari pemerintahan, badan usaha milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.

Terkait bahan baku tembaga masih dapat diimpor dari beberapa negara seperti Bulgaria, Jepang, dan Italia. Harga bahan baku tembaga juga masih stabil pada harga Rp2 juta per lembar untuk ukuran tebal satu milimeter dan Rp1,6 juta per lembar untuk ketebalan 0,8 milimeter.

Sumber : www.jatengpos.com

%d blogger menyukai ini: